"Kau akan menjadi apapun yang aku mau, karena kau hanyalah sebuah boneka"
Kau terpisahkan dari dunia mu, dari warna yang bisa menenangkanmu. Kau dikendalikan, diam, menangis, tanpa bisa melakukan apa apa. Tidak, kau tidak boleh mengeluh karena kau hanyalah sebuah boneka. Biarkan sakitnya menusuk-nusuk persendian mu yang masih tersisa, nikmati saja perihnya. Nikmati setiap pisau yang menyayat kulitmu, nikmati tali-tali yang mengikatmu agar kau tak kemana-mana. Kau hanya boneka kan? tanpa arah, tanpa kuasa, tanpa tuhan.
Semua akan terus berjalan seperti itu setiap harinya, kau hanya menunggu hari berganti, memanggil setiap nama yang kau kenal, tapi tak ada yang muncul. semua nama itu telah lama mati bersama jiwa mu. kau sendiri, mematung lagi pada warna yang terus mengejekmu, yang terus muyumpahi kematianmu. lalu kau memanggil kematian di setiap nafasmu, tidak, kematian tidak sudi menjemputmu. Kau hanya lah sebuah boneka yang tak akan mati. Kau akan terus disini, membeku, menunggu sampai kau tak bisa lagi dikendalikan, menunggu sampai tak ada yang tersisa dari mu untuk dimainkan.
Desya N.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar