Pages

Sabtu, 29 November 2014

Hanya Sebuah Boneka 2




Kau masih berdiri di sana, di gelap nya ruang itu. masih dengan darah yang mengalir dari sisa - sisa tubuhmu. tak ada lagi yang utuh, pisau itu telah mengambil semuanya. Kau sakit, gila, tersiksa, sendiri, merana. dalam setiap hembusan nafasmu kau masih meneriaki kematian, kau terus memanggilnya. namun tak ada yang datang. sekali lagi, boneka tak kan bisa mati.

Semua yang kau takutkan terjadi, tak ada lagi yang tersisa dari mu untuk dikendalikan, tak ada lagi yang bisa dimainkan. maka mereka pergi meninggalkan mu sendiri mematung bersama udara yang diam. membiarkanmu menikmati sakitnya hembusan udara yang masuk dalam setiap irisan luka di tubuhmu. Kau menangis, mengutuk dirimu sendiri, menyadari betapa bodohnya kau. lalu semua cahaya hilang, hanya gelap kini yang terasa, benar-benar gelap, benar-benar sendiri.

Kau meraba sisa tubuhmu yang tersisa dengan tangan yang tak utuh lagi, kau mencoba merasakan nyawa dalam tubuhmu, namun tak kau temukan apa- apa, kini kau benar - benar sadar kau tidak hidup, kau hanyalah sebuah boneka, boneka yang tak hidup dan tak mati. Sebuah boneka yang ditinggalkan.

"a perfect lie make a perfect life make a perfect death"
                                  

                                                                                                                          Desya N.

Sabtu, 22 November 2014

"Demons" Sebuah Lagu

Demons
song by: Imagine Dragon



When the days are cold And the cards all fold
And the saints we see Are all made of gold
When your dreams all fail And the ones we hail
Are the worst of all And the blood’s run stale

I wanna hide the truth I wanna shelter you
But with the beast inside There’s nowhere we can hide
No matter what we breed We still are made of greed
This is my kingdom come This is my kingdom come

When you feel my heat Look into my eyes
It’s where my demons hide It’s where my demons hide
Don’t get too close It’s dark inside
It’s where my demons hide It’s where my demons hide

At the curtain’s call It's the last of all
When the lights fade out All the sinners crawl
So they dug your grave And the masquerade
Will come calling out At the mess you made

Don't wanna let you down But I am hell bound
Though this is all for you Don't wanna hide the truth
No matter what we breed We still are made of greed
This is my kingdom come This is my kingdom come

When you feel my heat Look into my eyes
It’s where my demons hide It’s where my demons hide
Don’t get too close It’s dark inside
It’s where my demons hide It’s where my demons hide

They say it's what you make I say it's up to fate
It's woven in my soul I need to let you go
Your eyes, they shine so bright I wanna save that light
I can't escape this now Unless you show me how

When you feel my heat Look into my eyes
It’s where my demons hide It’s where my demons hide
Don’t get too close It’s dark inside
It’s where my demons hide It’s where my demons hide


_________________________________________________


Demons menurut saya:

Makna lagu ini adalah identitas kita. siapa kita sebenarnya? bahwa di setiap manusia terdapat setan yang akan terus merusak hubungan kita dengan Tuhan kita, bahwa disetiap hati manusia tersimpan keserakahan, hawa nafsu, dendam yang akan menuntun kita perlahan ke neraka.


Ya, kita selalu memiliki bayangan yang tidak selamanya terlihat, disetiap mata manusia bersembunyi setan yang akan terus berusaha menguasai jiwa kita. bayangan kita gelap, segelap malam, bayangan itu akan merenggut siapa saja yang menghalangi setan menguasai jiwa kita, teman, keluarga, kekasih perlahan akan direnggutnya. Akhirnya kita sendiri bersama semua identitas palsu yang kita ciptakan, baik di depan semua orang, tapi penuh kejahatan di dalamnya.


Semua kebaikan dan keceriaan yang terlihat di diri kita palsu, hanya jeratan setan untuk membangun citra yang baik di luar. Disitulah dia bersembunyi dibalik semua kebaikan palsu memuakkan. Dan seharusnya hubungan sesama manusia yang kita ciptakan terbuka, tanpa kepalsuan, tanpa perintah setan yang menghancurkan. Dan satu-satunya agar terlepas dari pengaruh nya adalah memperbaiki hubungan kita terlebih dahulu dengan Tuhan.



"Semua yang bersinar, belum tentu terang di dalamnya"



                                                                                                                                         Desya N.

Sabtu, 15 November 2014

Hanya Sebuah Boneka




"Kau akan menjadi apapun yang aku mau, karena kau hanyalah sebuah boneka"

Kau mulai hidup dalam dunia yang sejatinya bukan engkau. Entah mengapa kau disini, terpaku pada sejuta warna yang tak menggambarkan mu, menari, bernyayi, berbicara, melakukan semua hal yang mereka pinta, seolah olah itu adalah mereka bukan kau.
Kau terpisahkan dari dunia mu, dari warna yang bisa menenangkanmu. Kau dikendalikan, diam, menangis, tanpa bisa melakukan apa apa. Tidak, kau tidak boleh mengeluh karena kau hanyalah sebuah boneka. Biarkan sakitnya menusuk-nusuk persendian mu yang masih tersisa, nikmati saja perihnya. Nikmati setiap pisau yang menyayat kulitmu, nikmati tali-tali yang mengikatmu agar kau tak kemana-mana. Kau hanya boneka kan? tanpa arah, tanpa kuasa, tanpa tuhan.

Semua akan terus berjalan seperti itu setiap harinya, kau hanya menunggu hari berganti, memanggil setiap nama yang kau kenal, tapi tak ada yang muncul. semua nama itu telah lama mati bersama jiwa mu. kau sendiri, mematung lagi pada warna yang terus mengejekmu, yang terus muyumpahi kematianmu. lalu kau memanggil kematian di setiap nafasmu, tidak, kematian tidak sudi menjemputmu. Kau hanya lah sebuah boneka yang tak akan mati. Kau akan terus disini, membeku, menunggu sampai kau tak bisa lagi dikendalikan, menunggu sampai tak ada yang tersisa dari mu untuk dimainkan.


Desya N.





Bingkai

51fn3e+wBNL._SY300_.jpg (300×300)51kedprmQvL._SY300_.jpg (300×300)

Kehidupan bermula dari bingkai yang kubuat
Pisahkanku dari warna jingga yang samarkan sebuah rona
Lalu kupulas anggunku agar engkau tak terus mengusik
Dan kusimpan semua cerita indah yang menggema di otakku

Aku punya dendam andai kau tahu
Di permukaan yang kubiarkan hanyut tak terlihat
Menjadikan indah tiap baris yang tercipta
Sudah.....
Tak pernah sedalam yang kupunya sekarang
lubang hitam yang tenggelamkan keceriaan
Padahal aku penuh warna, sungguh penuh warna

Aku kuasamu
Dengan cahaya yang pucatkan warna darahmu
padahal ku hilang di gelapnya kehidupan yang sejatinya bukan aku
Aku itu mereka
Membaur jadi satu dia alam yang kukira adalah aku.

Desya N.