Kau masih berdiri di sana, di gelap nya ruang itu. masih dengan darah yang mengalir dari sisa - sisa tubuhmu. tak ada lagi yang utuh, pisau itu telah mengambil semuanya. Kau sakit, gila, tersiksa, sendiri, merana. dalam setiap hembusan nafasmu kau masih meneriaki kematian, kau terus memanggilnya. namun tak ada yang datang. sekali lagi, boneka tak kan bisa mati.
Semua yang kau takutkan terjadi, tak ada lagi yang tersisa dari mu untuk dikendalikan, tak ada lagi yang bisa dimainkan. maka mereka pergi meninggalkan mu sendiri mematung bersama udara yang diam. membiarkanmu menikmati sakitnya hembusan udara yang masuk dalam setiap irisan luka di tubuhmu. Kau menangis, mengutuk dirimu sendiri, menyadari betapa bodohnya kau. lalu semua cahaya hilang, hanya gelap kini yang terasa, benar-benar gelap, benar-benar sendiri.
Kau meraba sisa tubuhmu yang tersisa dengan tangan yang tak utuh lagi, kau mencoba merasakan nyawa dalam tubuhmu, namun tak kau temukan apa- apa, kini kau benar - benar sadar kau tidak hidup, kau hanyalah sebuah boneka, boneka yang tak hidup dan tak mati. Sebuah boneka yang ditinggalkan.
"a perfect lie make a perfect life make a perfect death"
Desya N.
_________________________________________________