Pages

Jumat, 08 Mei 2015

Hanya Sebuah Boneka 3


Kau... iya Kau...
Masih kah kau merasakan aliran darah dalam nadi mu?
Hey, aku tau apa yang kau rasakan, jangan pernah berpura-pura padaku.

Kau bukan boneka sayang, tidak ada yang meninggalkan mu disini. Tidak siapapun.
Kau sakit kan? aku melihatnya dari tatapan matamu, itu menandakan kehancuran
Aku memang tidak merasakan detak jantung lagi pada tubuhmu, tapi aku yakin kau masih hidup, darah itu masih mengalir pada jiwamu.
Aku hanya ingin bertanya

"Kemana warnamu?"
"Senyum itu?"
"Siapa dia?"

"Akan kucari dan kubunuh dia....!!!!"

Kau masih terbaring disana, digelapnya ruang yang mulai menyatu dengan kematian yang selalu kau panggil. Dia kembali lagi, kembali melukai setiap inchi dari tubuhmu, merobek kulit mu dan mematahkan tulang-tulang mu sampai tak bersisa. Tapi yakinlah sayang, kau masih hidup, aku bisa merasakan mu disini, walau kau terus bungkam pada kenyataan.

"a perfect doll is waiting for you"



               Desya N.

Senin, 06 April 2015

Nightmare between real and dream



Sshhhhhhh.... Sshhhhhhh
Hembusan angin melintas telingaku, dingin dan kosong. Saat itu aku membuka mataku dan memalingkan pandanganku pada sekeliling ruang ini, masih sama  dengan yang aku ingat sebelumnya, segala susunan vertikal dan horizontalnya tidak bergeser satu inchi pun.

Aku masih pada posisiku sebelumnya. Aku yakin hanya terbangun dari mimpi ku, aku yakin aku terjaga pada dunia nyata, dalam kamarku, dan aku merenung memikirkan dimana aku sebenarnya berada. Benarkah aku masih bermimpi atau mulai memasuki dunia bayangan kenyataan yang gelap. Aku mencoba menenangkan pikiranku sendiri dan mencoba membuat diriku kembali terlelap. Namun saat aku mencoba membaring kan tubuhku me, aku merasakan sesosok tubuh menyentuh punggung ku. lalu aku merasakan sosok itu berbalik menghadap kearah ku aku bisa merasakan hembusan nafasnya di leherku. Makhluk sialan itu kini tertawa pada telingaku meninggalkan bekas ketakutan pada setiap seringainya.

Aku terpaku, kaku dan tak bisa menggerakkan tubuhku. membiarkan tangan - tangan sialan itu mendekapku, aku kehilangan nafasku rasa dinginnya menghancurkannku, aku merasakan sentuhan dari telapak tangan nya yang kasar dan dingin pada seluruh tubuhku, ia mendekap ku, erat sekali. semakin erat dekapan itu semakin aku merasakan hawa dingin yang aneh dan tertawa seorang wanita yang terus menampakkan dirinya dengan sosok kepala berambut panjang yang melayang diseluruh sudut kamar ku, kepala itu memiliki mulut yang menyeringai lebar. Tidak... kepala itu terus melayang kearah ku dan suara tawanya, aku tidak bisa memejamkan mataku, aku tidak bisa bernafas. Makhluk besar yang tidak kuketahui sosoknya terus mendekap dan menghimpitku.

Sesaat kemudian, aku mencoba melawan pada rasa takut ku sendiri
"AKU TIDAK TAKUT PADA KALIAN, BANGSAT" aku meneriakkan kata-kata itu pada mereka. Aku melawan melepaskan raga ku dari tangan makhluk sialan itu. Aku tahu kekuatan mereka adalah rasa takut ku. Semakin aku kuat semakin mereka lemah tak bisa menyakitiku. Dan hilang begitu saja, aku terbebas membuka mataku dan mencoba menggerakkan tubuhku. iya aku tebebas dari mereka, dan masih terbaring disini di kamar ku.

Dengar, untuk kalian dimanapun berada. Kalian boleh menggangguku kapan pun kalian mau. Tapi ingatlah aku akan semakin kuat setiap hari nya. Ketakutan itu telah benar-benar musnah. Aku tidak takut pada kalian. Silahkan datang jika aku benar bersalah.Tapi bagiku kalian hanyalah pengecut, yang hanya berani menghancurkanku saat aku akan terlelap.-Desya N-


Selasa, 03 Maret 2015

Midnight



Mulai terlintas di pikiran ini, kilasan bayangan masa lalu saat beradu dengan layar dan pena di tengah gelapnya ruang ini. Putaran waktu seakan memaksa untuk dikenang. indah.. kepada dinginnya malam, kepada sayup-sayup melodi yang menggema di ujung kalbu, kepada kata-kata yang menghibur, kepada pancaran sinar yang menenangkan, dan juga kepada setiap angin yang mengancam bila terlelap.

aku kembali disini, kembali pada ruang kilas masa lalu yang menahanku sejenak. entah apa yang aku harapkan dari mereka, bayangan yang selalu membuatku terjaga, yang selalu mengejek ku saat aku berada antara gerbang nyata dan khayalan yang memandang aku lemah saat aku mulai meneteskan air mata. Benarkah kau kembali kawan?
aku melihat kau disini, disaat aku berada pada posisi yang sama sekitar 3 tahun yang lalu. Sama saat pertama kita saling memutuskan untuk berteman. Namun kau terus melawanku kan. hei... tidak ada teman yang ingin mengambil kehidupan temannya. tapi kau melakukan itu.

Kau masuki setiap hembusan nafasku, mengirim teror pada setiap mimpi ku. dan menebar ketakutan pada setiap langkah ku. Tapi, bodohnya aku, tetap saja indah bagiku entah kau menjagaku atau membunuhku. Aku percaya pada warna mu yang menguasai kehidupan ku. -Hitam-



Desya N.