![]() |
Sshhhhhhh.... Sshhhhhhh
Hembusan angin melintas telingaku, dingin dan kosong. Saat itu aku membuka mataku dan memalingkan pandanganku pada sekeliling ruang ini, masih sama dengan yang aku ingat sebelumnya, segala susunan vertikal dan horizontalnya tidak bergeser satu inchi pun.
Aku masih pada posisiku sebelumnya. Aku yakin hanya terbangun dari mimpi ku, aku yakin aku terjaga pada dunia nyata, dalam kamarku, dan aku merenung memikirkan dimana aku sebenarnya berada. Benarkah aku masih bermimpi atau mulai memasuki dunia bayangan kenyataan yang gelap. Aku mencoba menenangkan pikiranku sendiri dan mencoba membuat diriku kembali terlelap. Namun saat aku mencoba membaring kan tubuhku me, aku merasakan sesosok tubuh menyentuh punggung ku. lalu aku merasakan sosok itu berbalik menghadap kearah ku aku bisa merasakan hembusan nafasnya di leherku. Makhluk sialan itu kini tertawa pada telingaku meninggalkan bekas ketakutan pada setiap seringainya.
Aku terpaku, kaku dan tak bisa menggerakkan tubuhku. membiarkan tangan - tangan sialan itu mendekapku, aku kehilangan nafasku rasa dinginnya menghancurkannku, aku merasakan sentuhan dari telapak tangan nya yang kasar dan dingin pada seluruh tubuhku, ia mendekap ku, erat sekali. semakin erat dekapan itu semakin aku merasakan hawa dingin yang aneh dan tertawa seorang wanita yang terus menampakkan dirinya dengan sosok kepala berambut panjang yang melayang diseluruh sudut kamar ku, kepala itu memiliki mulut yang menyeringai lebar. Tidak... kepala itu terus melayang kearah ku dan suara tawanya, aku tidak bisa memejamkan mataku, aku tidak bisa bernafas. Makhluk besar yang tidak kuketahui sosoknya terus mendekap dan menghimpitku.
Sesaat kemudian, aku mencoba melawan pada rasa takut ku sendiri
"AKU TIDAK TAKUT PADA KALIAN, BANGSAT" aku meneriakkan kata-kata itu pada mereka. Aku melawan melepaskan raga ku dari tangan makhluk sialan itu. Aku tahu kekuatan mereka adalah rasa takut ku. Semakin aku kuat semakin mereka lemah tak bisa menyakitiku. Dan hilang begitu saja, aku terbebas membuka mataku dan mencoba menggerakkan tubuhku. iya aku tebebas dari mereka, dan masih terbaring disini di kamar ku.
Aku terpaku, kaku dan tak bisa menggerakkan tubuhku. membiarkan tangan - tangan sialan itu mendekapku, aku kehilangan nafasku rasa dinginnya menghancurkannku, aku merasakan sentuhan dari telapak tangan nya yang kasar dan dingin pada seluruh tubuhku, ia mendekap ku, erat sekali. semakin erat dekapan itu semakin aku merasakan hawa dingin yang aneh dan tertawa seorang wanita yang terus menampakkan dirinya dengan sosok kepala berambut panjang yang melayang diseluruh sudut kamar ku, kepala itu memiliki mulut yang menyeringai lebar. Tidak... kepala itu terus melayang kearah ku dan suara tawanya, aku tidak bisa memejamkan mataku, aku tidak bisa bernafas. Makhluk besar yang tidak kuketahui sosoknya terus mendekap dan menghimpitku.
Sesaat kemudian, aku mencoba melawan pada rasa takut ku sendiri
"AKU TIDAK TAKUT PADA KALIAN, BANGSAT" aku meneriakkan kata-kata itu pada mereka. Aku melawan melepaskan raga ku dari tangan makhluk sialan itu. Aku tahu kekuatan mereka adalah rasa takut ku. Semakin aku kuat semakin mereka lemah tak bisa menyakitiku. Dan hilang begitu saja, aku terbebas membuka mataku dan mencoba menggerakkan tubuhku. iya aku tebebas dari mereka, dan masih terbaring disini di kamar ku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar